Sabtu, 20 April 2013

Melihat Masa Depan PKS dan Partai Islam Lainnya

13663409622145332718Ketika kita melihat partai Islam di Indonesia tentu kita tidak asing dengan nama PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Partai dakwah ini bisa dikatakan memiliki seribu satu cara untuk menguatkan kader kadernya dalam dakwah, baik itu dakwah lingkungan dan parlemen. Selain PKS masih ada beberapa partai Islam yang memiliki basis pendukung banyak, seperti PAN (Partai Amanat Nasional), PPP (Partai Persatuan Pembangunan), PKB (Partai Kebangkita Bangsa). Semua partai Islam baik dan memiliki tujuan yang sama yaitu memperjuangkan Islam di Indonesia lewat parlemen. Tapi fakta membuktikan PKS lebih jeli dalam memakai strategi pemilu ketibang partai lainnya. Terbukti dari tahun 1999, 2004, 2009, PKS berhasil menggebarak dan memberi kejutan kepada partai Islam lainnya karena performa PKS yang terus menanjak.
Melihat PKS pasti kita bisa melihat perjuangan Perang Rasulullah melawan musuh musuh Allah, setiap perang pasukan umat Islam terus bertambah karena ingin melihat Islam bangkit. Begitu juga dengan PKS, setipa tahun pendukung dan kader kader PKS bertambah. Bisa dilihat bukti bahwa PKS adalahs satu satunya partai yang tidak pernah turun suaranya di Pemilu, mulai dari pemilu 1999 sampai 2009.
Berbicara partai Islam di Indonesia, PKS adalah partai yang tidak pecah dukungannya. Kalo PPP bisa pecah menjadi PKB, dan PKB pun pecah dimana Ny Yenni Wahid mendirikan partai baru. Kemudian PAN pun harus membagi basis dukungannya dengan PBB, dimana kedua partai ini sama sama berbasais dukungan masyarakat Muhammadiyah. PKS berbeda, partai ini tetap satu dan tidak pecah. Salah satu kunci mereka tidak pecah menjadi beberapa bagian karena PKS berhasil menguatkan pondasinya. Perlu kita ketahui kekuatan PKS itu di kader bukan di elit. Jika elit ada masalah, PKS tidak menjadi masalah karena kekuatan mereka adalah kader bukan terpatok pada satu dan beberapa orang.
Awal start PKS bisa dikatakan cukup menyedihkan juga, kader dan simpatisan mereka sedikit pada awalnya. Tapi dengan strategi Islam PKS bisa menjadi partai yang memiliki dukungan dari segala kalangan. Kalau PPP dan PKB mendapat dukungan hanya terpusat sebagian besar dari basis warga NU (Nahdatul Ulama). Mungkin Jawa Timur bisa menjadi basis kedua partai ini, tapi sayangnya mereka harus membagi dukungan masyarakat NU, ada yang ke PPP dan PKB. Kemudia dukungan PAN dan PBB sebagai besar juga harus berpusat pada warga Muammadiyah. Lagi lagi keduanya harus membagi dukungannya menjadi dua, yaitu PAN dan PBB. Sementara dukungan PKS tidak jelas, tapi dari ketidak jelasan ini PKS mampu mengalahkan suara partai Islam lainnya. Dukungan PKS yang saya lihat berasal dari masyarakat Islam modernis. Mahasiswa kampus, dan masyarakat Islam social modernis tersebar di seluruh Indonesia, dan ini menjadi faktor mengapa dukungan PKS bisa tersebar di seluruh tanah air, dan tidak berpusat pada daerah tertetu atau komutinitas tertentu.
Kesimpulannya PKS adalah partai yang mandiri dan tidak berpatok pada beberapa tokoh. Partai ini didirikan tanpa tokoh dan di besar karena prakarsa berdirinya PKS adalah anak anak muda yang intelek. PKS kuat sampai sekarang ini karena kekuatan kader kadernya yang didik lama melalu jaringan Tarbiyahnya. Dan tidak heran kader partai tertangguh itu ada di PKS. Melihat partai Islam lainnya PKS mampu kuat dan memiliki pendukung paling banyak ketibang partai Islam lainnya. Dan berbicara masa depan, mungkin PKS lebih memiliki target dan kecerahan ketibang partai lainnya. Dimana saat suara partai Islam turun, suara PKS tetap menrangkak naik. Saingan PKS sekarang bukan partai Islam saja, tapi PKS bisa mengancam partai nasionalis yang kuat seperti Golkar, PDIP, Demokrat. Dan tidak menutup kemungkinan target 3 besar PKS bisa terwujud dengan strategi Cinta, Kerja, dan Harmoni mereka tahun ini.
@pandu_wibowo
panduwi_bowo@yahoo.com

Gatot Pakai Uis Karo di Acara Milad PKS

GATOT PAKAI UIS KARO GUBERNUR Sumut Gatot Pujo Nugroho bersama istri Hj Sutias Handayani mengenakan uis (kain) etnik Karo motif beka buluh saat tampil bersama Presiden PKS Anis Matta dan petinggi PKS lainnya pada Milad XV PKS di Semarang. Ini menjadi salah satu bentuk upaya Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mempromosikan khasanah budaya Sumut.(medanbisnis/ist)


MedanBisnis – Semarang. Kehadiran Gatot Pujo Nugroho ST memberi warna tersendiri pada perayaan hari jadi (milad) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus rapat pimpinan nasional (Rapimnas) di Gedung PRPP Semarang, Jumat (19/4). Gatot yang datang bersama istri Hj Sutias Handayani, tampil beda di antara ribuan kader PKS yang hadir.
Jika kader lain mengenakan seragam khas PKS berupa jas dengan kombinasi warna hitam dan kuning sesuai lambang PKS, Gatot menambahkan aksesoris berupa uis (kain) khas etnis Karo. Demikian pula Sutias ikut mengenakan uis di atas kebaya yang dikenakannya.

Penampilan Gatot dan Sutias dengan kain merah khas Karo yang disampirkan di bahu, mendapat perhatian tersendiri para hadirin.

Warna merah terang dengan kombinasi benang emas, terlihat serasi di atas jas putih yang dikenakan membuat pasangan ini terlihat kontras.

Apalagi ketika Gatot dan Sutias berbaur dengan para petinggi partai di atas panggung menyanyikan lagu nasyid.

"Ini adalah uis khas Batak Karo, salah satu dari enam puak Batak di Sumut," ujar Gatot menjelaskan kepada salah satu awak media yang bertanya tentang busananya. Uis yang dikenakan Gatot dan Sutias memang dikenal dengan motif uis beka buluh.

Begitulah gaya Gatot yang menyandang marga Bangun ini mempromosikan khazanah budaya Sumatera Utara (Sumut). Gubsu cukup cerdik memanfaatkan sorotan publik pada acara tersebut untuk mempromosikan Sumut. Sesekali Gatot juga berujar "Menjuah-juah" terhadap banyak sapaan yang ditujukan padanya.

Pada peringatan milad dengan agenda utama mendengarkan orasi Presiden PKS Anis Matta, Gatot dan Sutias berbaur dengan sekitar 2.000 kader. Anis Matta dengan orasi politiknya berhasil membakar semangat kader untuk mengubah Indonesia menjadi sepenggal firdaus (surga) di muka bumi. "Ini bukan sekadar target politik. Ini lebih sekadar politik. Ini misi kemanusiaan, misi peradaban," ujar Anis Matta yang disambut pekik takbir.

Sang presiden mengajak segenap kader untuk menjadi lokomotif membawa negara Indonesia menjadi firdaus yang membahagiakan setiap penghuninya. "Habiskan seluruh umur, tenaga, fikiran dan perasaan untuk misi kemanusiaan ini. Terlepas menang atau kalah!" seru Anis Matta.

Dia juga menekankan tiga nilai inti masyarakat yaitu cinta, kerja dan harmoni yang akan mampu mengubah negeri karut marut menjadi firdaus di muka bumi. Menurut Anis Matta, pembangunan negara bukan hanya mencapai target angka statistik, namun harus mendekatkan cita-ciita manusia yaitu kebahagiaan.

Usai orasi politik sang presiden, semangat para kader kembali dipompa dengan menyanyikan lagu nasyid bertempo irama cepat. Gatot dan Sutias didaulat naik panggung beserta para petinggi PKS pusat ikut bernyanyi semangat.

"Kobarkan semangat di dalam jiwa, enyahkan duka nestapa di dada,  Lantunkan munajat pada yang kuasa, tentukan pilihanmu di jalanNya," pekik Gatot beserta ribuan kader. Lagu ketiga bertajuk “Bangkitlah Negriku” menutup acara milad PKS yang menyisakan kobaran semangat para kader.(benny pasaribu)
 
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/04/20/24764/gatot_pakai_uis_karo_di_acara_milad_pks/#.UXIC0WcxibU

PKS, Harmoni, dan Trully Asia

Harmoni. Kata ini mungkin, sekali lagi mungkin, sudah sering diungkapkan Anis Matta (Presiden PKS), di hadapan kader-kader partai berlambang bulan sabit dan padi. Namun, penjelasan yang bisa didengar pertama kali oleh publik, kiranya saat Anis berbicara di hadapan kader-kader PKS Jawa Tengah, yang  direkam serta diunggah ke you tube.

Di sana Anis mengatakan, bahwa kata itu (harmoni) merupakan core value bangsa Indonesia. Dicontohkan Anis, saat Sukarno menggagas Pancasila, ide dasar Sukarno adalah  harmoni.
Mungkin hal tersebut tidak ada yang membantahnya. Namun muncul persoalan   ketika Anis mengatakan bahwa harmoni itulah yang membedakan masyarakat Indonesia dengan masyarakat-masyarakat lainnya di dunia. Apakah memang demikian adanya?
***

Apabila peradaban dunia saat ini dibagi menurut clash civilization-nya Huntington, maka dunia saat ini terbagi dua, yaitu Barat dan Timur. Masing-masing memiliki filsafatnya sendiri, berbeda satu dengan yang lainnya.

Salah satu kekhasan filsafat timur di hadapan filsafat barat adalah, wacananya tentang harmoni. Ya, harmoni. Boleh diperiksa bagaimana filsafat  India, Cina, dan Jawa berbicara harmoni. Ambil contoh, dari daratan Cina. Siapa yang tidak kenal dengan filsafat Yin Yang? Bukankah itu suatu filsafat tentang keseimbangan dan kesetimbangan, atau harmoni? Tidak perlu menambahkan contoh yang lain, kiranya filsafat Yin Yang itu, sudah lebih dari cukup untuk menyatakan bahwa sesungguhnya harmoni itu bukanlah semata-mata keistimewaan value bangsa Indonesia.

Karena itu, mungkin bisa dipertanyakan,  mengapa Anis Matta mengatakan bahwa harmoni itu core value khas masyarakat Indonesia, yang membedakannya dengan masyarakat yang lain.
Tapi, Anis mungkin saja memiliki maksud tersendiri atas harmoni yang ia ungkapkan itu. Misalnya saja harmoni yang ia maksud adalah harmoni yang kompleks. Harmoni yang ia maksud lebih daripada harmoni Yin Yang, yang dikotomis itu, dua komponen saja.  Harmoni yang ia maksud bisa jadi kurang lebihnya sama seperti Clifford Gertz yang menggambarkan entitas masyarakat budaya Jawa dalam tiga kategori: santri, priyayi, dan abangan. Jadi, bukan dikotomis, santri dan abangan saja.  Dan ini sah-sah saja.
Karenanya, memperdebatkan penyebutan khas atau tidak itupun akhirnya mungkin jadi tidak penting. Namun, sekiranya Anis tidak mengatakan bahwa itu suatu kekhasan Indonesia, (dan hanya menyebut bahwa harmoni itu value yang dominan di masyarakat Indonesia, misalnya, atau core value saja), itu rasanya lebih mengena. Sama dengan cinta dan kerja, yang  tidak bisa menjadi klaim satu masyarakat tertentu saja sebagai core value khas mereka. Sekalipun itu masyarakat Prancis sana, misalnya.
Lebih dari itu, tanpa mengkhaskannya dengan Indonesia, term harmoni itu pun akan lebih terasa membuka pintu menuju ruang kebersamaan dengan “saudara-saudara” se-Asia, yang memiliki ‘bahasa batin bersama’, yaitu harmoni itu sendiri. Apalagi bila disebut-sebut bahwa itu adalah core value Asia, yang kita adalah bagian di dalamnya.

Dengan begitu, PKS mungkin bisa berharap, adanya hasil yang  sama dengan hasil dari upaya  Anis menawarkan cara berfikir yang strategis belakangan ini kepada kader-kadernya, yaitu motivasi yang tinggi berbuah kemenangan.
Perhatikan rekaman di you tube bagaimana Anis memotivasi kader-kader PKS itu. Di Cirebon misalnya.  Ini berlangsung menjelang Pilkada Jabar. Di sini Anis tidak berbicara bagaimana memenangkan pilkada Jabar. Yang ia bicarakan justru bagaimana agar PKS menjadi pemenang Pemilu 2014. Selain itu lihat juga orasinya di Bali. Ini daerah yang tidak dalam suasana menjelang pilkada. Anis mengajak kader PKS untuk tidak berbicara bagaimana memenangkan Pemilu 2014, tapi bagaimana memimpin Indonesia. Selalu, Anis mengajak kader PKS melihat apa yang ada di balik agenda atau peristiwa  di depan mata mereka, out of the box. Dan selalu, ada semangat yang meningkat terlihat pada para kader PKS usai menyimak orasi Anis itu.

Kembali kepada harmoni. Karena ia adalah ‘bahasa batin bersama’ orang Timur, ia adalah laksana mata uang bersama orang Eropa sana, Euro. Negara mana yang paling massif memperkaya dan menguatkannya, negara itulah yang memimpin kawasan itu. Dalam konteks Asia, negara yang paling massif memperkaya dan menguatkan atau mengokohkan harmoni, negara itulah yang —meminjam visi Malaysia–menjadi: Trully Asia. Asia yang sesungguhya. Core dari Asia.

Mengokohkan harmoni, dengan demikian sejatinya bukan saja kerja level nasional. Tapi juga kerja se- kawasan Asia. Karena itu, ketika PKS men-tagline- kan harmoni, ini strategis meluaskan konteks  kesadaran kader PKS, dan mengumpulkan energi  untuk membuat Indonesia kembali bersinar di Asia.

Sebagai dampak dari itu, kerja pemenangan di level nasional bukanlah kerja yang terlampau berat dirasa. Kerja-kerja kader PKS yang visinya tidak hanya untuk mengindonesia itu, namun juga mengasia, pastilah akan ‘dialiri’ spirit yang luar biasa, yang mampu mendorong PKS menuju targetnya di negeri ini.
Hanya saja, pasti sangat bisa dirasa, rentang waktu untuk kerja mengasia itu bukan kerja yang singkat. Tidak cukup 5 tahun. Dalam konteks seperti ini mungkin dapat dipahami bahwa kerja politik sejatinya adalah kerja peradaban juga. Kerja yang butuh waktu lama. Untuk itulah rasanya relevan, mengapa Anis menyitir sebaris kata-kata Chairil Anwar….Aku ingin hidup seribu tahun lagi…!

http://politik.kompasiana.com/2013/04/19/pks-harmoni-dan-trully-asia-552759.html

Milad PKS, Panitia Gratiskan Masuk Lawang Sewu

Milad PKS, Panitia Gratiskan Masuk Lawang Sewu
 Liputan6.com, Semarang : Partai Keadilan Sejahtera menggelar rangkaian kegiatan ulang tahun parpol Ke-15 di objek wisata Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah. Momen tersebut merupakan yang pertama kalinya diadakan oleh parpol itu.

"Gelaran milad di Lawang Sewu ini merupakan kegiatan pertama kali dilakukan partai politik di Indonesi, yang mengambil tempat di monumen sejarah tersebut," kata Ketua Panitia Kegiatan Milad Ke-15 PKS Agung Budi Margono di Semarang, Jumat (19/4/2013).

Agung juga menjelaskan, kegiatan rangkaian Milad Ke-15 PKS di Lawang Sewu itu diisi dengan lomba mewarnai, lomba memasak, latihan burung berkicau, pentas anak jalanan dan pengamen, serta expo UMKM.

Menurut dia, rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka komitmen PKS untuk selalu bersama masyarakat dan memberikan pesan cinta kepada seluruh elemen.


"Kami berharap gelaran ini mampu semakin menghidupkan aset sejarah bangsa yang berharga ini, dan sebagai pengingat perjuangan para pahlawan karena PKS menjadi salah satu elemen penerus perjuangannya," ujarnya.


Untuk ikut serta dalam gelaran PKS yang berlangsung Kamis 18 April hingga Sabtu 20 April, pihak panitia pun menggratiskan pembelian tiket masuk ke Lawang Sewu.


Sebelumnya, Ketua DPW PKS Jawa Tengah Fikri Faqih mengatakan bahwa pada puncak agenda Milad Ke-15 PKS pada Jumat 19 April malam akan diserahkan secara simbolis tongkat pemenangan pasangan calon gubernur Hadi Prabowo dan Don Murdono.


"Pemberian tongkat tersebut sebagai bentuk komitmen memenangkan pasangan cagub HP-Don, dan bukti keseriusan PKS sebagai pengusung utama," pungkas Agung. (Ant/Tnt) 


http://news.liputan6.com/read/565721/milad-pks-panitia-gratiskan-masuk-lawang-sewu

PKS itu, Nyeni…



Kesenian menjadi ajang untuk menggelorakan semangat. Seni menjadi ajang perenungan dan intropeksi diri. Itulah peran seni yang disuarakan oleh PKS. Seni menjadi sarana untuk membangun bukan untuk menghancurkan.

Lihat saja, dalam perhelatan besar PKS selalu saja disajikan kegiatan-kegiatan kesenian. Di Milad PKS ke 15 di Semarang, disajikan ketoprak humor. Pada saat Anis Matta ke Jogya, disajikan wayang kulit.

Penulis pernah juga mengikuti acara di Bandung, di Gasebu, yang ditampilkan budaya-budaya sunda yang diasimilasikan dengan nilai-nilai Islam, film-film, humor sunda yang menyegarkan dan nasyid.

Tidak hanya itu, banyak sekali kader-kader PKS yang terjun pula di dunia seni. Dalam acara-acara resmi PKS, kadang kader-kader PKS sendiri yang mendendangkan lagu-lagu. Contohnya adalah kelompok nasyid “Shautul Harakah”. Bahkan salah satu anggota kelompok nasyid ini sekarang menjabat sebagai Sekjen PKS yaitu Taufik Ridha.

Selain bisa memainkan berbagai alat musik seperti gitar dan piano, pengganti Anis Matta ini juga lihai dalam membuat syair lagu. Jumlah syair lagu karangan dia tak terhitung lagi jumlahnya. “Sudah banyak syair lagunya,” tambah Taufik Ridha.

Bahkan Annis Mata dalam Rapimnas ke 15 ini, dalam orasi politiknya menyanyikan nasyid ruh baru indonesia yang menjadi theme song PKS. Presiden dan Sekjen PKS, kedua-duanya mengalir darah seni.

Tidak hanya itu, kadang sebuah cerpen pun ditulis untuk menggelorkan semangat kader. Di pemilu 2004, penulis internal PKS, membuat kumpulan kisah perjuangan kader PKS dengan judul “Bukan Di Negeri Dongeng.”

Kisah ini cukup efektif dalam membangun militansi kader PKS yang saat itu tengah berjuang agar lolos ambang batas pemilu yaitu 3 %.

Bila politik dipadukan dengan seni, maka akan membuahkan keindahan, cinta dan semangat. Dengan seni, emosi dan perasaan nurani manusia disentuh untuk kembali ke sifat kemanusiaannya.
Politik bukan hanya logika kepemimpinan dan kekuasaan, tetapi juga menyentuh nurani pemimpin dan masyarakat dengan seni.

http://nasional.inilah.com/read/detail/1976375/kerap-tampil-konser-di-acara-pks#.UXEM2aBTG_I

Rombongan PKS Hadiri Milad Menggunakan Kereta Api

Metrotvnews.com, Semarang: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta tiba di gedung Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/4), untuk menghadiri milad PKS ke-15. Sebanyak 250 orang rombongan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berangkat ke Semarang dengan menaiki kereta api.

Selama berada di kereta api, Anis Matta bersama pengurus Dewan Pimpinan Pusat PKS mengadakan rapat koordinasi selama enam jam. Rapat bertujuan agar ada kesepahaman dengan masyarakat mengenai alasan rombongan PKS memilih kereta sebagai alat transportasi. Partai berbasis Islam itu ingin meyakinkan masyarakat, bahwa politik tidak selalu menyeramkan dan menakutkan.


Tema yang diusung PKS dalam milad kali ini adalah `Politik Penuh Cinta, Kerja dan Harmoni`. Acara milad akan dimulai pada pukul 14.00 WIB.


"Acara milad PKS ini merupakan puncak acara Rakernas, Raker DPP dan Rapimnas yang sudah dimulai sejak kemarin (Kamis, 18/4)," kata Sekretaris Jenderal PKS, Taufiq Ridho.


PKS mengadakan perhelatan di Semarang, terkait dengan pemilihan Gubernur Jawa Tengah yanga akan digelar sebentar lagi.


"Tentunya kita juga ingin mendukung calon kita di Jateng. Kita akan melihat apakah mesin partai bergerak dengan baik atau tidak," jelas Taufiq.


Taufiq juga menjelaskan, PKS memilih Lawang Sewu sebagai lokasi perayaan milad karena gedung tua itu merupakan simbol sejarah yang dimiliki Jawa Tengah.


"Kita harus dekat dengan simbiol sejarah, untuk menyemangati betapa kayanya bangsa ini. Kita juga ingin menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki peradaban yang luar biasa," pungkas Taufiq.


 http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/04/19/1/175739/Rombongan-PKS-Hadiri-Milad-Menggunakan-Kereta-Api 

Anis: Pencapaian PKS Bukan Sekadar Target Politik

Anis: Pencapaian PKS Bukan Sekadar Target Politik 

SEMARANG, KOMPAS.com — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyampaikan orasi politiknya di hadapan ribuan kader pada acara puncak peringatan Milad ke-15 PKS di Gedung Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang, Jumat (19/4/2013).

Pada kesempatan itu Anis menegaskan target kemenangan pada pemilihan umum (pemilu) mendatang bukan sekadar target politik, melainkan sebuah misi kemanusiaan, misi peradaban dengan tiga nilai inti masyarakat Indonesia.

"Menunaikan misi kemanusiaan dan mengubah Indonesia menjadi sepenggal firdaus. Itu yang lebih penting terlepas kita menang atau kalah," tandas Anis.

Semua kader, menurut Anis, merupakan lokomotif perubahan dengan tiga nilai utama yang menunjukkan Indonesia berkarakter dan berbudaya. Ketiga nilai tersebut yakni cinta, kerja, dan harmoni.

Dengan tiga nilai itu, dia yakin bisa mengubah wajah perpolitikan di Indonesia. Jika sebelumnya politik dinilai terlalu keras dan berbahaya, maka nantinya akan berubah menjadi lembut. Permusuhan akan berganti dengan pertemanan.
"Politik akan menjadi permainan yang lucu, atraktif, seru, dan tidak berbahaya," tandasnya.

Ia mengatakan, hal itulah sebenarnya yang telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Ia meminta semua pihak melupakan hal yang sudah berlalu dan mencoba mengubah menjadi lebih baik. Negara, kata Anis, juga diharapkan memperlakukan rakyat sebagai mana layaknya manusia.

"Dengan cinta, kerja, dan harmoni, seumur hidup kita akan berjuang demi misi kemanusiaan," tandasnya.
Anis mengatakan, mulai saat ini pihaknya akan banyak melakukan kegiatan di masyarakat berbasis tiga nilai tersebut. Kegiatan diharapkan menjadi kegiatan yang memang dibutuhkan dan mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, anggota DPR RI asal PKS, Fahri Hamzah, mengatakan, PKS merupakan reformasi yang sebenarnya. Ia juga mengajak semua kader untuk membuka lembaran baru. "Mari bersama mewujudkan masyarakat yang berintegritas dan berperadaban," ujar Fahri dalam pidatonya. 

http://regional.kompas.com/read/2013/04/19/22124255/Anis.Pencapaian.PKS.Bukan.Sekadar.Target.Politik

Dari Wartawan ampe tukang becak, pilih PKS



Mas Wartawan bilang: saya simpati ama PKS
Karena: pengurus PKS asyik dan ramah kalo diwawancara
, santun, gk sombong, gk galak, gk maki-maki wartawan, apalagi nonjok wartawan


Pak Polisi bilang : saya simpati ama PKS
Karena: kalo aksi tertib di jalan, ramah, gx bikin rusuh kayak partai lain


Pak dosen bilang : saya simpati ama PKS
Karena: PKS satu-satunya partai paling jelas kerjanya, banyak tokoh intelek S-3 di sana, juga mencetuskan politik islam yg santun


Bang Tukang becak bilang : saya simpati ama PKS
Karena: mereka sering datang temui kami, duduk ama kami, merakyat lah


Pak petani : saya simpati ama PKS
Karena: lambang PKS ada padinya :), pengurus PKS sering turun memberikan solusi buat para petani dalam negeri


Bu guru bilang : saya simpati ama PKS
Karena: PKS orangnya intelek, ramah, santun


Ibu rumah tangga bilang : saya simpati ama PKS
Karena: PKS anggota dewannya nggak suka plesiran ke luar negeri


Mahasiswa bilang : saya simpati ama PKS
Karena: PKS lahir dari reformasi 1998 yang dimotori mahasiswa


Anak SMA bilang : saya simpati ama PKS
Karena: mudah-mudahan kalo Presiden Indonesia dari PKS, bisa memberi solusi tuntas soal carut-marut UN setiap tahun..


Ada yang mau nambahin?
“Cinta, kerja, harmoni”

 http://politik.kompasiana.com/2013/04/20/dari-wartawan-ampe-tukang-becak-pilih-pks-553211.html

Milad PKS Luncurkan Gerakan SUKSES

 

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Milad ke-15 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Semarang menjadi momentum sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi umat.

Rangkaian gerakan ini diawali dengan peluncuran program Gerakan Sahabat Usaha Kecil Segera Sejahtera (Gerakan SUKSES) se-Indonesia. Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, Jazuli Juwaini mengatakan dalam rangkaian milad PKS ke-15, PKS akan segera meluncurkan program Gerakan SUKSES.

Menurutnya, gerakan ini diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan pengangguran agar mereka bisa mandiri. Modulnya melalui pemberian pinjaman modal usaha Rp 3 hingga 5 juta. Di luar bantuan ini, penerima sasaran juga difasilitasi.

"Misalnya, gerobak untuk jualan bakso atau nasi goreng, maka kita telah mengangkat taraf hidup yang bersangkutan," katanya menjelaskan, Jumat (19/4).

Program ini, lanjut Jazuli, merupakan program pemberdayaan ekonomi umat yang diarahkan untuk membantu mengentaskan kemiskinan.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/04/19/mlhtl7-milad-pks-luncurkan-gerakan-sukses

Selasa, 16 April 2013

Bagi Permen, PKS Solo Ajak Masyarakat Ubah Stigma Politik

SOLO, suaramerdeka.com - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo melakukan aksi simpatik bagi-bagi permen kepada pengguna jalan, Senin (15/4). Aksi yang bertujuan mengajak masyarakat mengubah stigma bahwa politik itu menyeramkan, digelar di perempatan Tugu Wisnu, Manahan.

Sejumlah kader perempuan, dengan selempang merah muda bertuliskan "Cinta, Kerja dan Harmoni" membagikan permen  yang di kemasannya terdapat kartu bertuliskan pesan cinta dari Presiden PKS Anis Matta. Tak kurang seribu bungkus permen dibagikan, di acara bertajuk "Aksi Tebar 1000 Pesan Cinta" tersebut.

Ketua DPD PKS Kota Surakarta Sugeng Riyanto menjelaskan, aksi bagi permen itu mengandung filosofi bahwa dunia politik bisa menyenangkan, seperti halnya makan permen.

"Makan permen kan menyenangkan. Politik pun bisa demikian. Misalnya, menjadi caleg tidak perlu membayar sekian rupiah. Politik bisa menyenangkan, jika pondasinya cinta," tuturnya.
Melalui permen, PKS ingin menyampaikan pesan bahwa cinta bisa dihadirkan dalam dunia politik. "Ini sesuai jargon PKS yang baru, yaitu "Cinta, Kerja dan Harmoni". Kami ingin mengajak masyarakat untuk memandang, bahwa politik tidak menyeramkan. Sebab stigma menyeramkan itu membuat masyarakat apatis terhadap politik," tuturnya.
( Irfan Salafudin / CN34 / JBSM )

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/04/16/153141/Bagi-Permen-PKS-Solo-Ajak-Masyarakat-Ubah-Stigma-Politik?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

PKS Gelar Pengajian Umum Bersama Habib di Milad Ke-15

dakwatuna.com – Semarang.  Dalam rangka menyukseskan agenda Milad ke-15, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Pengajian Umum bersama dengan tema PKS bersholawat. Pengajian umum ini rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (18/4) pukul 19.00 – 21.00 WIB di Kompleks Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Penanggungjawab acara, Setyawan S Pd, agenda pengajian umum ini adalah bentuk keseriusan PKS untuk tetap menyelipkan sisi–sisi religiusitas ditengah agenda milad yang bertema budaya.

“Bagaimanapun juga PKS adalah Partai yang menjunjung tinggi religiusitas. Apalagi semarang adalah merupakan Kota religius yang memiliki latar sejarah Islam yang kuat,” terang Setyawan dalam keterangan persnya, Senin (15/4).

Lebih lanjut Setyawan yang menjadi ketua panitia Pengajian Umum ini juga menyampaikan bahwa rencananya agenda pengajian umum PKS ini akan dihadiri oleh para Habib Nahdliyin ternama di Semarang dan sekitarnya.

“Kami turut mengundang pengisi acara, di antaranya adalah Habib Musthofa Al Hamid  dari Jakarta, Habib Novel Al Hamid dari Semarang,” tandas pria yang juga sebagai Wakil Ketua umum DPD PKS Kota Semarang ini.

Selain diisi oleh para Habib, imbuhnya, agenda yang rencana akan diikuti ribuan kaum muslimin dan muslimat di Semarang dan sekitarnya ini juga akan diisi beberapa hiburan. “Di antaranya adalah Hadroh Marawis Habib Nauval Al Muthohar (Semarang),” pungkasnya.

Seperti diketahui, PKS akan menggelar milad ke-15 di Semarang, yakni di Kompleks Lawangsewu dan PRPP Jawa Tengah. Berbagai agenda pendukung dan utama akan menyemarakkan perhelatan akbar milad ke-15 ini, di antaranya Lomba Fotografi, Talkshow budaya, seminar Kartini, dan berbagai agenda pendukung lainnya. (gam/smc)

PKS…. Say No

Pagi ini saya ingin sekali membahas tentang keburukan PKS yang membuat rakyat semakin cinta dengan partai satu ini. Tapi sebelum kesana, saya ingin memberikan gambaran bahwa partai yang sok paten ini (kata para haters) sudah membuat kesalahan-kesalahan yang membuatnya TERfavorit diantara partai lain. Gak percaya??? Lihat aja tiap harinya di Negeri Kompasiana ini selalu muncul tulisan bertemakan PKS. he,,he,,
Judul yang saya buat adalah “PKS No”. Saya ingin mengungkap 3 hal tentang “PKS No” ini:

1. PKS Say No “Tunduk kepada AS”
Gak percaya?? Tu kan si AS tu kebakaran jenggot ketika si Mentan (kader PKS) mengurangi  produk hortikultura dan daging impor sehingga Negeri ini diultimatum akan dilaporkan ke WTO. http://www.tempo.co/read/news/2013/01/14/090454245/Ancam-Lapor-WTO-AS-Ultimatum-Indonesiai. Denger-denger kasus LHi pun merupakan pesanan si AS tapi kita gak usah ambil pusing. Kita lihat aja proses hukumnya nanti.  Gak mempan bung..!! PKS tetap melaju…
Gak percaya juga?? Baca ajalah disini http://www.pkssumut.or.id/2013/03/antara-usa-amerika-vs-pks.html

2. PKS Say No “Rangkap Jabatan”
Seminggu yang lalu isu ini lagi seru-serunya lho..!! Dan ini dah kejadian dari zaman dulu nih. Dari zamannya Nur Mahmudi Ismail, waktu jadi Menhut, dia mundur dari Presiden PKS. Hidayat NW, waktu jadi ketua MPR, dia mundur juga. Tifatul Sembiring juga begitu. Arifinto, LHI & Anis mundur juga.
Padahal kita kan tau bahwa posisi mereka itu mantaep lho..!! Bukan posisi staff atau anggota. Ya itulah budaya yang ada di PKS sejak terbentuk.

3. PKS Say No “Menebar Kebencian”
Mau tau kalau yang ini ya.!! Jelas donk, akan saya paparkan. Setiap kejadian-kejadian yang menerpa PKS saat ini selalu saja terjadi kesimpangsiuran dimedia. Apalagi media saat ini begitu ekstrim dalam memberitakannya. Contonya kasus Arifinto, Misbhakun, LHi dan baru-baru ini masalah bawang, ya jelas Mentan jadi sasaran. Padahal bukan tugas Mentan aja mengenai impor bawang ini. etelah berhari-hari Mentan dibully media, barulah si Mendag minta maaf krn harga  bawang naik. Hadeeeh,,, capek deh..! http://www.pkssumut.or.id/2013/04/setelah-kementan-dibully-media-baru.html

Namun semua itu selalu dihadapi dengan cinta oleh PKS. Politik yang katanya serem ini dibuat Politik Penuh Cinta. Ya begitulah PKS tanpa pernah membalas apa yang dibuat  lawan politiknya kepada mereka. Karena mereka tahu bahwa KEBENARAN itu pasti ada jalan pembuktiannya..!!
Sepertiya 3 aja dulu ya..!! Kalau ada waktu kita sambung lagi. Salam 3 Besar..
Cinta, Kerja, dan Harmoni

http://politik.kompasiana.com/2013/04/13/pks-no-545707.html

Tifatul: Dipo Alam Jangan Ngurusin Partai

tifatuldakwatuna.com – Jakarta. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gerah dengan pernyataan Sekretaris Kabinet, Dipo Alam yang menyebut salah satu menteri yang mungkin bakal di reshuffle adalah Menteri Pertanian, Suswono.

Anggota Majelis Syuro pertimbangan PKS, Tifatul Sembiring, meminta Dipo Alam tidak melulu mengurusi partai politik. “Dipo jangan ngurusinpartai-lah,’ kata Tifatul, Senin (15/4).
Menteri Komunikasi dan Informasi itu menegaskan, orang yang berurusan dengan KPK belum tentu menjadi tersangka ataupun bersalah dalam kasus korupsi.

Tifatul menyatakan, PKS tidak membahas persoalan tersebut. Apalagi mencari pengganti jika benar Mentan diganti karena kasus yang membelitnya. “Yang jelas, yang berurusan dengan KPK kan bukan hanya menteri pertanian, dia berurusan juga sebagai saksi. Pak Agus Martowardjoyo (Menkeu) juga diperiksa sebagai saksi,” kata menteri asal Sumatra Barat itu.
Mentan saat ini tersangkut kasus korupsi impor daging sapi yang membelit mantan Presiden PKS, Luthfi, Hasan Ishaaq. (em/kru/rol)